Di ruang tunggu itu, aroma lotion dan minyak aromaterapi memenuhi udara, memberi kesan tenang dan mewah. Beberapa wanita berhijab dan bergamis juga terlihat duduk santai, beberapa tengah membaca majalah fashion, sementara yang lain tampak asyik ngobrol ringan. Tak sulit bagi Echa dan para iparnya untuk mengenali beberapa wajah yang sudah sering mereka amati di berbagai kesempatan—para keturunan keluarga elite yang punya hubungan dengan Romi dan anak-anaknya. Farras menyandarkan diri ke kursi dengan sikap rileks, tapi matanya terus mengamati gerak-gerik orang-orang di sekelilingnya. “Ini tempatnya. Kita harus dapat titik terang dari sini,” pikirnya. Sementara itu, Echa mengambil kesempatan untuk memulai obrolan dengan beberapa wanita yang duduk berdekatan. Dengan senyum ramah dan gaya bic

