Chapter 20 Mega hendak memejamkan mata saat ia mendengar pintu kamarnya dibuka dari luar karena ia yang memunggungi arah pintu memilih untuk bergeming pada posisinya waspada akan kehadiran siapa pun. Keningnya berkerut, saat tak mendengar langkah kaki berat milik Athaya, bahkan bau parfum pria itu juga tidak menghampiri penciumannya. Mega sesungguhnya penasaran, tetapi ia masih ragu bergerak hingga remasan dari telapak mungil mengenai kakinya dari atas selimut. Ia melirik pada ujung ranjang dan mendapati Elsy berdiri di sana dengan sebelah siku menahan tubuhnya yang membungkuk dan sebelah laki kini mengusap punggung kaki Mega. “Tante, Elsy nggak ganggu, kan?” Mega bangkit dari berbaringnya dan duduk menghadap bocah itu. “Tidak,” jawabnya. “Tante kok, baik sih?” “Dari mana kamu tahu ka

