Chapter 22 Dama terbangun dari tidurnya saat mendengar suara pintu yang tertutup dengan keras. Ia mengerang dengan mata mengerjap menyesuaikan diri dengan sinar terang yang berasal dari jendela dengan tirainya terbuka dengan cepat. Ia sangat paham siapa pelakunya yang melakukan hal itu. “Bangun pemalas! Di mana anakku?!” bentak Zafran dengan berkacak pinggang memunggungi jendela yang baru saja ia buka dan menatap tajam pada wanita yang memakai gaun tidur sutra berwarna merah marun di atas ranjang berseprai hitam. Sebetulnya sangat mengundang dan sungguh e****s, jika tidak mengingat rasa murka yang memuncak pada diri pria itu pada wanita suka hura-hura dan kehidupan malam yang tergeletak di ranjang dengan pengar yang melandanya saat ini. “Apaan sih kamu ini?! Pagi-pagi sudah ngamuk aja s

