Chapter 23 Athaya bersandar pada pintu mengamati Mega yang saat ini berusaha berdiri dari kursi roda dan berjalan tertatih melemaskan otot kakinya supaya tidak manja katanya, dengan bertumpu pada tembok koridor yang menuju ruang laundry. Hanya ini yang bisa ia lakukan, karena Mega mulai menunjukkan keras kepalanya dan tidak ingin dibantu. Keasyikannya terganggu saat Endi datang dan berkata, “Kemarin ada pria dengan ciri-ciri yang Mas maksud mengendarai mobil sedan hitam. Mobilnya berhenti di seberang jalan, pria itu membuka kaca dan memperhatikan ke lantai dua ke arah kamar Mbak Mega.” “Kamu tidak tegur dia?” tanya Athaya dengan nada rendah sembari memastikan jika Mega tidak mendengar pembicaraan tersebut. “Kebetulan kemarin habis pengarahan pergantian shif, begitu saya buka gerbang mo

