Chapter 25

1174 Kata

Chapter 25 “Kakek, aku haus,” ujar Anzel. Akhmad segera menepi dan membawa bocah itu menuju mini mart. “Beli minum dulu, yuk, rumah Tante Mega masih jauh,” kata Akhmad seraya menggandeng Anzel. Baru dua langkah menapaki tangga depan teras mini mart. Bahu Anzel tersenggol tas mahal milik seorang wanita muda yang tampak tergesa-gesa memasuki mini mart yang di lengkapi dengan sarana mesin ATM. “Aduh!” seru Anzel yang tubuhnya terpelanting ke depan. Rupanya tidak hanya bahu, belakang kepalanya juga terkena tas tersebut. “Mbak, hati-hati dong jalannya. Cucu saya sampai oleng begini!” tegur Akhmad yang terkejut. Wajah Anzel sampai memerah karena menahan rasa nyeri di belakang kepala yang kini ia usap-usap. Wanita itu dengan wajah memerah marah balas melotot dan berkacak pinggang seraya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN