Chapter 26 “Pak, nemu anak ganteng di mana sih? Kok bisa mirip Elsy, ya? Seperti kembar, tapi bukan kembar,” ujar Ika seraya menyiapkan batagor untuk kedua anak yang tak mau berhenti bermain dan menonton film anak-anak. “Tetangga di kantin. Memang anak itu dekat denganku, makanya sekalian ajak ke sini. Dia pingin ketemu Mega.” “Tapi kok, dilihat-lihat mirip Mbak Mega, ya?” gumam Ika. Akhmad yang hendak minum teh hangat menghentikan laju cangkirnya menuju mulut dan kembali meletakkan kembali mendengar perkataan Ika. Ternyata tidak hanya dirinya dan Mega yang menyadari kemiripan itu. “Kalau anak kembar laki-laki dan perempuan tidak ada yang kembar identik. Hanya mirip saja, seperti saudara sekandung,” ujar Tika. Akhmad hanya menyimak pembicaraan mereka berdua tanpa mencampuri. “Benar

