Chapter 14 Dama mengerutkan dahinya mendapati rumah dalam keadaan sepi. Biasanya pagi hari seperti ini, akan terdengar suara kartun di televisi. Namun, kini sunyi dan senyap. Dua hari lamanya ia tidak pulang dan rumah seperti sudah ditinggalkan bertahun-tahun. Ke mana Elsy dan Tika, Dama berjalan ke dapur dan juga tidak mendapati mereka berdua. Lantas ia membuka pintu kamar Elsy, kosong sang penghuni tak tampak batang hidungnya. Waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Seharusnya anak itu masih di rumah untuk bersiap ke sekolah. “Mana Elsy,” tanya Dama pada salah satu pembantunya begitu ia sudah merasa lelah mencari dan tidak menemukan anak itu. “Pergi Nyonya.” “Maksudmu?” tanya Dama seraya memicingkan matanya menatap tajam pada pembantu yang tampak santai menjawab pertanyaannya. “Pe

