Chapter 13 Athaya mengecup dahi Elsy yang kini terlelap. Pria itu merasa kasihan sekaligus bahagia karena bisa memberikan kebahagiaan kecil pada anaknya yang puas bisa berlari bebas di halaman belakang rumahnya tanpa takut dan was-was dimarahi oleh mamanya. Menurut penuturan Tika, Dama tidak suka dengan Elsy yang berisik. Padahal menurut wanita muda itu, berisiknya Elsy juga tidak sampai membuat gaduh. Anak itu sebetulnya aktif, tetapi dipaksa untuk diam dan selama ini selalu terkungkung. Sekarang, ia kelelahan dan bisa tidur siang. Hal yang jarang ia lakukan di rumah, karena saat Dama tidak ada di rumah, gadis itu akan gunakan waktu untuk puas bermain dan mengekspresikan diri dengan menari menirukan segala sesuatu yang ada pada layar kaca. “Makasih, Pak, sudah berjuang untuk Adek,” ujar

