Chapter 16 Athaya menatap gorden yang tertutup rapat di depannya. Di baliknya ada Mega yang saat ini sedang mendapatkan penangangan. Betis kiri wanita itu mengalami luka robek yang mengharuskan mendapatkan jahitan. Athaya menatap asistennya yang baru datang. “Pram. Tolong pesankan kursi roda, ya.” “Siap, Pak.” “Dia harus opname barang satu atau dua hari dulu. Jadi, kursi roda belum dibutuhkan untuk saat ini,” ujar Enggar yang nampak menyibak tirai dan berdiri berhadapan dengan Athaya yang tampak sangat tegang saat ini. Athaya menggeleng. “Bagaimanapun gue harus bawa dia pulang. Terlalu beresiko, gue nggak tahu siapa yang melakukan ini. Gue takutnya ada teror dari orang yang nggak suka gue kembali dekati dia. Apalagi beberapa waktu yang lalu kata Endi, dia lihat Dama datangi Mega di ka

