"Ziona mana?" tanya Abimanyu sambil melirik ke arah istrinya, Maura, yang tengah sibuk di dapur. "Masih tidur," jawab Maura santai, tanpa menghentikan aktivitasnya menata piring di meja makan. "Zeron?" lanjut Abimanyu. "Sama, tidur juga." Abimanyu menghela napas panjang, matanya menatap kosong ke arah tangga menuju kamar anak-anaknya. Momen seperti ini selalu membuatnya merasa aneh. Seiring bertambahnya usia, antusiasme kedua buah hatinya terhadap hal-hal sederhana di rumah tampak semakin berkurang. Dulu, setiap pagi mereka berebut turun lebih dulu hanya untuk sekadar sarapan bersama atau bercerita tentang mimpi-mimpi mereka semalam. Sekarang? Bahkan untuk bangun pun mereka seolah enggan. Bahkan, akhir-akhir ini, Abimanyu mulai merasa ada jarak yang tercipta di antara mereka. Sesuatu

