Setinggi itu rasa percaya diri Ziona bahwa papanya 1000 persen percaya dan bisa dibohongi dengan mudah. Tanpa keraguan, selesai sarapan dia bergegas meninggalkan kediaman utama dengan mengendarai sepeda kesayangannya. Tentu saja tujuan utama Ziona bukan bermain pada teman-temannya seperti yang tadi dia sebutkan di hadapan sang papa. Tidak lain dan tidak bukan, yang menjadi tujuan utama Ziona adalah Gio, cinta monyetnya. "Kak Gio," sapa Ziona dengan suara melengking, Ziona mengekspresikan kebahagiannya tatkala bertemu Gio. Di sisi lain, Gio juga berlari ke arah Ziona dengan membawa donat gula dengan kantong plastik di tangan kanannya. Mata polos anak itu menatap wajah cantik Ziona. "Hai. kamu sudah sarapan, Ziona?" Ziona menggeleng, padahal tadi dia sudah sarapan sampai bersendawa kare

