Shabrina menatap Victor dan Arsyad dengan tatapan penasaran. Tadi, kedua laki-laki itu tampak sedang bersenda-gurau karena mereka tertawa sambil saling mendorong bahu masing-masing. Setelah itu, Shabrina dan Suchi meledek kedua laki-laki itu dengan mengatakan kalau mereka berdua adalah homo. Lalu, kenapa sekarang atmosfernya berbeda? Kenapa sekarang mereka justru terlihat sangat serius? Apa yang sedang mereka berdua bicarakan? “Kenapa lo?” Shabrina menoleh dan mendapati Suchi sedang menatapnya dengan kening berkerut. Shabrina tersenyum dan menggeleng. “Nggak pa-pa,” kilah Shabrina. “Cuma....” Suchi mengangkat satu alisnya, menunggu kelanjutan kalimat Shabrina. “Ada yang aneh, deh, sama Victor dan Arsyad.” “Aneh? Aneh gimana,

