Arsyad menatap Shabrina tajam. Laki-laki itu mengangkat satu alisnya dan melepaskan cekalannya pada lengan Shabrina. Arsyad kemudian melipat kedua tangannya di depan d**a sambil memberikan tatapan yang menyiratkan tantangan untuk Shabrina. “Ada yang kalian sembunyiin? Hmm? Terus, kenapa lo nangis, Shab? Apa yang udah Arsyad lakuin ke lo?” tanya Victor bertubi-tubi dengan nada dingin. Victor menatap Arsyad dan Shabrina yang sedang menghapus sisa-sisa airmata di wajahnya, dengan tatapan tajam. “Oh, soal itu....” Arsyad tersenyum miring ke arah Shabrina yang menatapnya dengan tatapan memohon. “Kenapa nggak lo coba tanya ke... sahabat lo ini, Vic?” Victor mengernyitkan dahinya dan memandang Shabrina yang terlihat tegang. Gadis itu menatap Arsyad dengan ma

