Zana menyerahkan berkotak-kotak oleh-oleh yang dibawanya dari Bandung pada Pak Arga yang menyambut kedatangan mereka. Sekalian membagi-baginya dalam beberapa kotak yang disusun untuk dibagikan. “Buat Kak Isha bisa dikirim ke rumahnya, kan, Pak?” tanya Zana yang mendapat pesanan bolen pisangnya Kartika Sari. Pak Arga mengangguk, “Saya akan kirimkan secepatnya, Non.” Senyum Zana mengembang, ia berterima kasih lalu menoleh pada Brama yang ternyata menunggunya. Matanya melebar, “Mas nunggu aku? Katanya tadi ada urusan urgent.” Tangan Brama terulur pada Zana, “Ada yang mau saya kasih liat dulu buat kamu.” “Enggak ada yang aneh, kan, Mas?” curiga Zana. Ia menoleh pada Pak Arga yang tersenyum lalu mengangguk dan berlalu dari hadapan mereka berdua. Brama menggeleng, “Saya gak pernah aneh-ane

