“Ponsel anda ditemukan di semak-semak, Pak,” lapor Dipta saat ia masuk ke mobil, membawakan sekotak peralatan medis dan ponsel Brama, lalu menyerahkannya pada lelaki yang masih menatap diam ke depan. “Lokasinya berputar-putar sebelum berhenti di sana,” tambah Dipta. Brama mendengus pelan. Kepalanya mengangguk-angguk mengerti. Ia membuka kotak pembersih, membuka botol larutan saline dan membuka pintu di sebelah kirinya. Tangannya yang terluka ia cuci sendiri, memerhatikan luka yang tdak terlalu dalam itu. Sementara kepalanya memutar kembali apa yang dikatakan orang misterius tadi. Sebelum ia ditinggalkan begitu saja di kebun ilalang. Setelah sebelumnya meninggalkan ponselnya di dalam mobil itu. Mobil Porsche yang menjemputnya di tengah pertempuran. Menjemputnya lalu meninggalkannya sendi

