51. —Bukan Ikatan Darah

1430 Kata

Zana kembali ke dapur rumah utama setelah sarapan. Saat melipir ke dapur kemarin, ia suka melihat semua kesibukan di sana. Rumah Brama yang sepi membuatnya kehabisan energi. Lila dan Tanteyu gak mungkin ia telepon terus menerus. Mereka juga punya pekerjaan. Iya, Zana sendiri saja yang pengangguran sekarang. Jadi, setelah seminggu kemarin yang ia habiskan dengan berdiam diri di rumah sepi Brama, atau hanya ke gym, atau ke perpus yang sudah Isha perlihatkan padanya, Zana menobatkan dapur sebagai ruang penuh kehidupan. Seperti penilaiannya di awal, rumah itu seperti rumah hantu. Hanya ramai saat ada keributan seperti kemarin. Sungguh rumah yang aneh. Jadi, dapur adalah satu-satunya dimana semua hal terlihat normal. Untuknya. Yang terbiasa melihat interaksi normal di rumah Tanteyu, di rum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN