50. —Semua Karena Dasi

1424 Kata

Dengan mudahnya, Brama mengangkat tubuh mungil Zana. Gadis itu memekik kaget, berpegangan pada bahunya saat Brama menurunkannya pelan, duduk di atas lemari bufet dekat lemari sepatu di belakang pintu. “Terlalu tinggi?” Mata Zana yang membelalak kaget menatap Brama yang tersenyum tepat di depan wajahnya. Mengerjapkan matanya beberapa kali, Zana mengangguk. Merasakan tangan Brama yang masih meremat pinggangnya, melihat wajah Brama berada tepat di depannya. Tubuh mereka yang hampir saling menempel, dengan kaki Zana yang menggantung begitu saja di sisi kiri dan kanan kaki Brama, dan merasakan napas Brama yang menerpa padanya. Zana juga mengerjap dengan wangi Brama yang menyapa hidungnya. Canggung sekali posisi ini! Sinting ya benar-benar lelaki ini! umpat Zana dalam hati. Duduknya di at

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN