Biar gak nafsu

823 Kata

Sebenarnya, ada rasa bersalah yang menghinggapi hati Veve, tapi, sebisa mungkin ia abaikan. Ia harusnya tidak peduli, katakanlah Veve egois, tapi sumpah demi apapun, Veve belum siap untuk hamil. Pagi ini, Akbir kesusahan membangunkan Veve yang tidur seperti kebo. Padahal waktu shubuh sebentar lagi habis. "Ve, ayo bangun! sholat subuh dulu, nanti tidur lagi." Akbir menggoyangkan lengan Veve sedikit keras. Berusaha menekan emosi yang sedikit-sedikit muncul. Ia tak mau lagi menyakiti Veve. Dia yang lebih dewasa, dia juga yang harusnya bisa memahami Veve. "Sayang, bangun yuk! Kita sholat dulu! Janji deh nanti boleh tidur lagi," ucap Akbir melembutkan suaranya. Karena kasihan, Veve membuka matanya. Tanpa menghiraukan Akbir, Veve berlalu ke kamar mandi. Akbir hanya menghela napas. Setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN