KENYATAAN

1091 Kata

“Rey …” “Ya kenapa Sekar? Kamu mau apa? Mau babak kedua?” Mendengar hal itu membuat Sekar menghela nafas yang begitu dalam dan ia mulai meminta Rey untuk bangun dan duduk berdua di depan balcon miliknya. “Ada apa sih sayangku? Kenapa gak disini aja? Kan biasanya kita juga ngobrol-ngobrol disini,” pinta Rey sambil ia menepuk-nepuk ranjang. “Rey … ayo to, ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu,” tarik Sekar sambil ia menuntun Rey agar mau duduk di balcon bersamanya. Suasana malam itu terasa begitu cerah, germelap lampu-lampu kota Jogja terlihat dengan begitu jelas dari atas balcon, semilir angin malam menambah syahdu. “Rey …” “Ya ada apa Sekar? Owh iya aku mau omong sesuatu sama kamu,” “Ha? Mau omong apa kamu Rey?” “Aku mau pindah ke Jogja biar tambah deket sama kamu,” “Lha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN