“Sekar … kita udah sampai di rumahmu,” ucap Tata ketika mereka sudah sampai di kediaman Sekar. “Ta, kalau aku lari boleh enggak ya?” tanya Sekar dengan begitu lirih, ketika ia menyadari bahwa besok lusa ia akan bertunangan dengan pria pilihan kedua orang tuanya. “Huss … ngawur kamu ii, ya gak boleh lah. Gak ada namanya kabur-kaburan, kamu harus melangkah kedepan bukan malah lari ke belakang.” “Tapi Ta, aku benar-benar gak bisa melakukan pertunangan ini. hatiku masih untuk Rey.” “Sekar … aku yakin kamu pasti bisa mencintai pria itu dan gini aja coba kamu pikirin hubunganmu dengan Rey selama ini bagaimana? Kalian banyak banget konflik lho, apalagi ibunya yang sangat toxic. Apa kamu bisa menjalani kehidupan dengan pria yang memiliki latar belakang seperti itu?” “Tapi Ta, aku hidup dengan

