“Kenapa perasaanku kaya gini?” batin Sekar sambil ia memegang dadanya yang terasa ada sesuatu hal yang begitu mengganjal. Ia berusaha untuk diam saja dan mengangap hal itu angin lalu saja, tetapi semakin lama ia mendiamkan perasaanya, maka semakin lama perasaannya semakin gak nyaman. Pikirannya melayang kemana-mana, tetapi tetap fokusnya pada Rey. ia merasa akan ada sesuatu hal yang buruk akan menimpa dirinya dan Rey. “Rey … aku mohon angkatlah,” ucap Sekar saat ia berusaha untuk terus menghubungi Rey, berkali-kali ia coba untuk menghubungi Rey, tetapi panggilannya selalu di alihkan. “Hallo …” “Hallo Yasin,” ucap Sekar saat panggilannya ke Yasin di angkat. “Kenapa Sekar?” “Sin, kamu tahu dimana posisi Rey sekarang?” tanya Sekar to the point, ia tidak ingin bertele-tele kepada Yasin k

