Saat jam istirahat, aku langsung ngacir ke perpustakaan, duduk membaca buku di bagian paling pojok yang tidak bisa dilihat orang. Aku sedang ingin sendirian. Sampai bel masuk berbunyi, aku tak beranjak sama sekali dari kursiku. Biarlah, jam ini sampai jam pulang nanti aku akan bolos, aku masih butuh ketenangan. Sendiri dalam arti yang sebenarnya, ya... walau aku tidak bisa memalingkan fakta bahwa aku memang sendirian, tapi lain lagi ceritanya jika diarti luaskan. Karena aku masih memiliki keluarga. Walau mereka tak benar-benar peduli padaku. Lembar per lembar buku aku balik, aku tak benar-benar membacanya, hanya sekedar melirik lama tulisan yang ada di buku tanpa memprosesnya ke dalam otakku. Berjam-jam aku duduk di perpustakaan dalam diamku, petugas perpustakaan yang melihatku juga tak

