Dengan mata sembab akibat menangis semalaman, aku keluar dari rumah ke sekolah. Aku sengaja memperlambat berangkat, agar tidak bertemu dengan ayah dan ibu pagi ini. Setelah mereka berangkat kerja, mengojek dan jadi tukang cuci di rumah orang, baru aku memutuskan untuk berangkat ke sekolah. 30 menit yang lalu aku mendengar suara Dodi memanggil namaku, setelah itu ada perbincangan singkat dia dengan kedua orangtuaku, aku tidak tau apa yang mereka perbincangkan, suaranya hanya terdengar samar. Aku yakin, Dodi telah berangkat duluan ke sekolah, tanpa menungguku. Lagian, dia pasti sudah rindu dengan pujaan hatinya yang ada di sekolah, jadi untuk apa lagi dia menunggu aku yang tidak ada artinya ini. Buang-buang waktu saja. Aku menatap jam dinding, sudah menunjukkan pukul 07.30, bel masuk sud

