Di Luar Kendaliku

1551 Kata

11.35 malam. Gelas coklat panas tadi hampir saja terjatuh karena tidak sengaja aku senggol, untung saja aku langsung menyadarinya dan menangkapnya dengan cepat. Aku tersenyum tipis, sepertinya refleksku semakin baik saja, aku benar-benar berterima kasih karena telah bertemu dengan orang itu, walau tak jarang hidupku semakin s**l karena dia, tapi tak apa... karena sisi positif dan negatifnya dalam hidupku seimbang, mungkin. Berkat dia, fisikku jadi tidaklah lemah, mungkin karena itu pula refleksku jadi cepat, berkat hobby gila temanku itu, aku bisa percaya diri untuk berjuang sendirian di negeri orang. Walau cukup disayangkan, aku hampir gila karena dia, semoga saja aku tidak jadi s**l gara-gara kepikiran dia. Kalau dipikir-pikir, sejak bersama dia, aku terus-menerus kena s**l. Cukup su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN