Kiki menghela nafasnya. Dia kelihatan kesal dengan perempuan kaos putih itu, selalu memotong pembicaraan dan tidak jadi melanjutkan kalimatnya. "Dan pelakunya... adalah Anda, nona Dila." Kiki mengacungkan telunjuknya pada Dila. Menatap tajam Dila yang sedang menyeka air matanya. "Hei! Apa yang kau katakan!? Bukankah sudah aku bilang bahwa aku pelakunya!?" seru Aldo langsung berdiri dari duduknya. Dia tidak terima dengan fakta ini. "Saya tau Anda sedang melindungi wanita yang sangat Anda cintai, Tuan Aldo. Namun, keinginan Anda untuk melindunginya membuat saya yakin bahwa nona Dila adalah pelakunya." "Bagaimana bisa!?" tanya Aldo masih protes. "Anda melihat sendiri kan? Saat Nona Dila memegang bungkus rokok yang telah Anda berikan pada korban? Di bungkus rokok hanya ditemukan sidik jar

