"Namun sang anak tak melaporkan keberadaan pembunuh itu pada polisi. Karena dari awal sang anak tau, selangkah dia keluar dari pintu rumah, maka si pembunuh akan langsung menikamnya. Sang anak akan bernasib sama dengan keluarganya, dengan penduduk kotanya. Saat tengah malam, si pembunuh berantai keluar dari rumah sang anak, mencari korban berikutnya. Bisa saja sang anak melarikan diri saat itu, atau berteriak keras agar polisi yang berpatroli mendengar. Namun, sang anak tetap tidak melakukannya, karena dia tau... jika dia keluar dari rumah itu, para polisi akan mati, dan sang anak akan mati juga." "Jadi... sang anak sama sekali tidak bisa melarikan diri dari pembunuh itu?" Aku memotong penjelasan Kiki. Geram dengan apa yang terjadi. Kiki kembali tersenyum, dia menggeleng. "Bukan. Ada sat

