Aku bangun kesiangan. Jam sudah menunjukkan pukul 9 lewat 45 menit. Aku langsung menaiki anak tangga dengan cepat, berlari ke kamarku untuk membangunkan Kiki. Kelihatannya dia benar-benar tidur seperti kerbau. Pulas betul. Aku mendorong pintu kamar. Dan benar saja, Kiki masih tidur di atas kasurku, di dalam selimut. "Kiki! Kiki!" seruku sambil mendorong-dorong tubuh Kiki. Kiki membuka matanya, menurunkan selimut, meregangkan tubuh. "Ada apa Hana?" tanya Kiki sambil mengucek matanya. "Kita kesiangan woi!" seruku kesal melihat dia yang nampak santai. "Haaa!? Kamu serius!?" kaget Kiki langsung melirik ke jam dinding. Kiki langsung turun dari kasur, berlari ke kamar mandi yang ada di kamar. Dia berhenti. Berbalik menatapku. "Ada apa?" tanyaku menatap sinis. "Aku tidak bawa apa-apa ke s

