Tak terasa, sudah 2 tahun aku berada di kampus ini, mengenal banyak orang-orang terkasih, orang-orang yang luar biasa. Jia sudah sibuk dengan pekerjaannya sebagai asisten dosen, walau begitu Jia tetap giat dengan S3-nya. Sedangkan sis Vio sibuk dengan persiapan skripsinya, dia berharap tahun ini bisa lulus dengan lancar. Komunikasi kami bertiga sudah sangat jarang. Aku pun tak terlalu memikirkannya, karena aku berharap yang terbaik untuk mereka. Itu saja. Kami yang bermula kenal dari perlombaan debat itu, mulai dekat hari demi harinya, kami saling memahami kehidupan masing-masing. Sebab, di usia kami ini, kami harus berjuang ekstra demi masa depan yang lebih baik. Itu alasan klise-nya, alasan sebenarnya adalah karena Omar selalu ada di sisiku. Aku jadi tak merasa kesepian. Omar tau ka

