62 - Dodi dan Cerita Kita Aku tidak punya pilihan lain selain menerima ajakan Dodi, semua barang-barangku termasuk dompet, kartu-kartu berharga, dan ponsel ada di rumah Dodi. Aku baru menyadarinya setelah Dodi menarik tanganku. Aku menghela nafas diam-diam. "Maaf merepotkan." Dodi langsung mengankat wajahnya, mengangguk cepat dan tersenyum senang. Kami kembali memasuki mobil, mobil melaju cepat ke rumah, lebih tepatnya rumah Dodi. Setelah turun dari mobil, aku melirik ke kiri, memperhatikan rumahku yang sudah habis dilahap si merah. Aku memperhatikan mobil yang terparkir di sebelah mobil Dodi, sepertinya aku mengenal mobil itu, tapi aku tidak tau punya siapa. "Sepertinya ada tamu," ucap Dodi sambil mengeluarkan tangan kirinya dari kantong celana. Mungkin dia baru saja memasuki kunci

