Aku membuka kembali kertas berisi diary yang telah aku tulis saat di kamar rumah sakit. Aku melipatnya sesuai ukuran dompetku, memasukkannya ke dalam dompet. Aku mencabik selembar kertas di buku yang ada di atas meja, mengalas kertas ini dengan buku, meraih pena dan mulai memikirkan apa yang akan aku tulis. Setelah mengobrol dengan mama Dodi tadi, membahas tentang Kiki yang ingin diketahui oleh mama Dodi, sampai melanjutkan makan malam bersama Dodi setengah jam setelahnya. Aku langsung ke kamar. oOo "Jadi... bagaimana ceritamu dengan sahabat perempuanmu itu Hana? Tadi tau-tau dia datang mengetok pintu dan langsung menanyai kamu. Dia benar-benar khawatir padamu Hana." Mama Dodi tersenyum hangat padaku. Bersahabat. "Berapa lama dia menunggu Ma?" tanyaku penasaran. "Sekitaran 2 jam, kam

