Aku duduk diam dengan tangan menopang tubuh pada sisi tepi kasur. "Jangan lihat sesuatu dari luarnya, jangan berpikir terlalu dangkal sampai kamu melupakan kebenaran dan isi dari apa yang kamu lihat hanya sebatas luaran saja." Aku langsung terdiam, berpikir keras. "Jadi, ini makna dari mimpi tadi?" gumamku dengan jari-jari tangan yang sudah menopang dagu. Aku langsung beranjak dari kasur, menjangkau dompetku yang sudah aku letakkan di atas lemari, meletakkannya di atas meja. Aku langsung keluar kamar, menatap sekeliling yang nampak kosong, tanpa izin aku langsung mandi ke kamar mandi yang ada di rumah Dodi, setelah mengambil handuk yang ada di lemari dan pakaian yang memang sudah ada di dalam tasku. Saat hendak keluar dari kamar mandi, aku berpapasan dengan Dodi, untung saja aku sudah

