Kabur

1513 Kata

11.55 malam Aku menutup bagian depan tubuhku dengan kedua tangan, aku merinding. Rasanya rasa sakit akibat cambukan dulu kini terasa menghantuiku. Aku menarik nafas dengan pelan, menutup mata, lalu menghembuskannya kembali. Aku menengadahkan kepala, langit-langit putih di kamar hotel aku tatap lama, sekedar ajang untuk menenangkan diri dengan melihat warna putih yang polos yang bertebaran. Kejadian itu, sampai kini membuatku terus terngiang, akan rasa kecewa dan sakit hati itu. Namun tetap, semua itu hanyalah masa lalu, satu langkah yang membuat aku harus lebih kuat menantang masa depan. *** Malamnya aku terbangun di atas tikar kamar, semua bagian tubuh yang dicambuk ayah tadi meninggalkan bekas memar yang merah, untung saja tidak sampai membuat darahku jadi dampak buruknya akibat mera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN