Dosen pendamping saat lomba debatku dulu kebetulan ada di kampus, aku langsung menemuinya, menanyai alamat Omar tanpa perlu berbasa-basi pada dosen yang satu ini. "Halo Hana, aku tak menyangka kamu akan kembali!" soraknya girang. Aku hanya tertawa cengengesan, tak berniat meladeni dosen gila yang satu ini. "Miss, boleh saya meminta alamat Omar?" tanyaku langsung. Dosen satu ini malah memasang wajah syok. "Tidak Hana! Itu kriminal, ada perlu apa kamu sampai menanyai alamat Omar? Atau jangan-jangan... Hehehe--" "Yang jelas itu bukan seperti yang Anda pikirkan, Miss!" Aku mengernyitkan kening melihat ekspresi meledek dari wajahnya. "Jadi... boleh aku minta? Kalau tidak aku akan pergi sekarang." "Owh tentu boleh, aku tidak akan menghambat jodoh orang. Tunggu sebentar ya!" Dosen itu langs

