Kesedihan Terlarut

1416 Kata

"Hei! Bagaimana keadaan ayah dan ibuku!?" Aku berseru cemas setelah melihat tanggapan Dodi tadi. Dodi tetap diam, tidak sekalipun melirikku. Aku menghela nafas, "Apa ada kejadian yang sangat buruk menimpa mereka? Sampai kamu tak bisa bersuara." Aku diam. Dodi masih diam. Dalam beberapa menit suasana tenang. "Aku merasa bersalah jika menyampaikan hal ini padamu. Aku juga merasa bersalah jika tidak menyampaikannya. Namun Hana, berjanjilah padaku, apapun yang terjadi, jangan pernah salahkan dirimu." Dodi menatapku lamat-lamat. Perasaanku semakin mendidih mendengar perkataan Dodi. Rasa cemas, takut, gregetan, menghantuiku. Apa yang sebenarnya terjadi pada orangtuaku? "Ayahmu sudah meninggal dunia Hana." Aku langsung terdiam. Jantungku terasa berhenti berdetak. Aku tak tau saat ini aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN