“Mbak gak pengen ketemu Pak Arjun?” Pertanyaan Rizky membuat hati Galvin mendadak nyeri. Ia sebenarnya sangat ingin menemui prianya itu—mantan prianya itu. Namun, teringat segala luka yang telah ia gores ke hati Arjun, Galvin merasa tidak punya nyali lagi. Maka, Galvin menggeleng mantap. “Gak.” “Mbak...” “Rizky, setelah apa yang udah aku lakukan sama Arjun, aku merasa gak pantas ketemu sama dia.” “Justru karena banyak hal udah Mbak laluin bareng Pak Arjun, Mbak harus ketemu sama dia.” “And why?” “Don’t you realize? You guys have an unfinished stuff.” “Unfinished stuff, seperti apa?” Rizky menghela napas panjang. Mengambil satu kurma dan memakannya, ia kemudian menjawab, “Berdamai? Iya mungkin kalian gak bisa bersama—Mbak gak mau bersama Pak Arjun lagi. Tapi, gimanapun juga, kal

