Naima Oliviera Galvin mencabut chargernya. Tanpa sadar, ia memeluk ponsel lamanya itu layaknya teman lama yang sudah sekian tahun tidak berjumpa. Lagi, satu hal yang Galvin sukai dari Arjun; pria itu tidak kepo. Terbukti dengan ponsel Galvin yang kehabisan baterai dan membuat ponsel itu blank untuk beberapa saat karena kebanyakan pesan. Galvin menatap pantulan dirinya sekali lagi di depan kaca. Okey, pakaiannya sudah pas. Tidak terlalu aneh untuknya pergi ke kampus hari ini. Galvin menghela napas, meraih ponsel barunya dan mengirim pesan ke Giandra bahwa ia akan segera ke kampus. Giandra : Apa gue jemput aja? Belia nggak bisa jemput, kan? Galvin : Aku bisa ke kampus sendiri, Gian. Giandra : Why? That total super jerk dinkle sphlat is still home? Galvin : Total—what even is that? Aku

