The Hardest Thing Galvin mengucapkan terima kasih pada pelayan yang membukakan pintu restoran untuknya. Dipandanginya langit malam ini yang begitu suram untuk beberapa detik, sebelum ia melangkah menjauh dari JapFood. Ditemani pesan dari Giandra, Galvin memilih pulang dengan berjalan kaki saja. Sesampainya di apartemen, Galvin dan Giandra masih saling berbalas pesan, membahas hal random yang cukup mengobati kerinduan Galvin pada si iris biru. Giandra : Gue harus ikut meeting bareng Pak Gangga. Lo nggak apa gue tinggal? Galvin : Iya. Aku mau mandi kalau gitu. Chit-chat ag12ain before sleep? Giandra : Sure. Nanti kalau udah kelar, gue video call. Galvin mengulas senyum, seolah Giandra ada di sini dan bisa melihatnya. Kemudian, wanita itu membalas pesan Giandra dengan emoji heart berwa

