Stitches I thought that I'd been hurt before. But no one's ever left me quite this sore. Your words cut deeper than a knife. Now I need someone to breathe me back to life. Pria itu menatap ke luar jendela kamarnya. Sebatang rokok yang masih menyala terselip di sela jemarinya tangan kirinya. Arjun Pragyatama, sudah dua jam sejak fakta yang mencabik-cabik hatinya tadi berlalu. Namun, ia masih belum bisa memejamkan mata. Tubuhnya sudah lelah, pun dengan hatinya. Kedua matanya sudah menyerah mengalirkan luka yang ia dapatkan malam ini. Namun, indera penglihatan lelaki itu menolak untuk dipejamkan. Lobus frontal pada serebrumnya-lah yang memerintahkan Arjun untuk tetap terjaga. Memikirkan hal yang masih bisa dia lakukan untuk menahan agar Galvin tetap tinggal. Arjun kembali menghisap rokokny

