why

730 Kata
Happy Reading Guys Klo suka vote,jgn lupa kritik dan sarannya **** Malam yang indah di hiasi bintang-bintang yang begitu terang di langit. Di sepanjang jalan di hiasi juga dengan lampu-lampu cantik. Echa terus melangkah menyelusuri trotoar jalan menuju kearah rumahnya. Kemudian dari belakang terlihat Gilang yang saat itu juga lagi berjalan di trotoar di belakang yang tak jauh dari Echa. Seketika langkah Gilang terhenti. "Itu kan Echa.!! Ngapain dia di jalan malam-malam kayak gini? Sendirian lagi." Gilang pun hanya memperhatikan Echa dari kejauhan. Tapi perasaan cemas nya terhadap Echa membuat ia harus menguntit Echa dari belakang. Echa terus melangkahkan kaki nya dengan perlahan. Sebuah mobil yang berisikan air untuk menyiram tanaman yang ada di pinggir jalan. Mobil itu akan melewati Echa, yang akan membasahi tubuhnya cewek berambut panjang tersebut. Membuat Gilang begegas berlari menghampiri Echa. Kemudian Gilang memeluk Echa untuk menutupi tubuh Echa dari mobil berisi air tersebut yang akan membasahi tubuh mantan kekasih nya itu. Perlakuan Gilang yang tiba-tiba memeluknya, sontak membuat Echa terkejut. Pelukan Gilang yang begitu dekat tatapan yang begitu tajam dan penuh dengan sejuta makna, tangan kanan yang menutupi kepala Echa membuat mereka saling bertatap-tatapan. Setelah mobil itu sudah melewati mereka, namun pelukan itu tidak lepas dan pandangan keduanya. Mereka masih menatap satu sama lain, sepertinya mereka terbuai hingga tak menyadari saat itu mereka begitu dekat. "Kosongkan hatimu, lalu simpan lah nama ku dalam hati mu." ucap Gilang yang begitu dalam, dan tatapan yang penuh cinta terlihat dari mata Gilang. Beberapa menit kemudian mereka pun tersadar, Echa pun melepaskan pelukan Gilang. "Sorry..!! Aku gak bermaksud buat bersikap kayak gitu sama kamu. Aku cuma gak kamu basah karena mobil itu." Gilang membalikan badannya dan berjalan meninggalkan Echa. Echa hanya terdiam atas perlakuan Gilang. Ia begitu heran terhadap laki-laki yang b******k yang sudah memutuskan hubungan tanpa kejelasan. Kemudian Echa pun berbalik badan tanpa mempertanyakan apapun kepada Gilang. Keduanya berbalik badan tanpa sepengetahuan masing-masing. Mereka sama-sama meninggalkan tempat itu. Beberapa menit kemudian Echa kembali di tempat tadi untuk menemui Gilang, tapi Gilang pun sudah tidak berada disana. Echa memutuskan untuk menyetop taxi yang akan melewatinya. Taxi tersebut berhenti di samping tepat ia berdiri. Echa langsung membukakan pintu taxi dan masuk ke dalam taxi. Jelang beberapa Gilang pun berlari kembali menuju ketempat mereka bertemu, namun ia terlambat. Rasa kekecawaannya terlihat jelas dari wajah Gilang. Sepertinya tidak ada kesempatan lagi untuk nya kembali kepada Echa. Ia harus menelan rasa pahit harus kehilangan Echa. **** Dua minggu kemudian. Echa dan Exsel semakin dekat dan mesra, keromantisan keduanya sangat terlihat setiap hari saat mereka bertemu. Kabar hubungan Echa dan Exsel sudah terdengar di telinga Gilang. Gilang begitu terpukul saat mendengar kabar tersebut saat ia mengetahui bahwa Echa dan Exsel sudah lama jadian saat melihat di berita tv wawancara Exsel dan Echa. Ia hanya meratapi kesedihannya harus kehilangan Echa untuk Exsel. Rasa semangat yang membara serasa hilang, dunia terasa tidak berpihak padanya. Akhirnya Gilang memutuskan untuk pergi dari rumah yang ia tinggal bersama dengan Exsel. Gilang pergi untuk meninggalkan rumah, saat itu ia tak tentu arah akan kemana kaki itu melamgkah. Namun ia berusaha untuk menghilangkan rasa sakit nya setiap melihat hubungan Echa dan Exsel. Hari itu semua sudah ia siapkan untuk pergi, tas ransel berisi beberapa baju dan perlengkapan lainnya. Gilang duduk di teras sembari menggendong tas ransel miliknya serta kamera yang ia gantung kan di lehernya. Ia menunggu Exsel pulang dari lokasi shooting untuk berpamitan. Satu jam kemudian Exsel pulang, namun ia tak sendiri tapi di temani kekasih nya Echa. Kehadiran Echa sontak membuat Gilang kaget sekaligus bingung, lalu ia bergegas untuk kembali ke kamarnya. Exsel menggandeng Echa turun dari mobil dan menuju rumah Tidak lama kemudian Gilang keluar menggunakan topi dan masker hitam agar Echa tidak mengetahui keberadaanya. Mungkin dengan pergi Aku bisa lupa apa itu arti Rindu yang sesungguhnya Gilang menghampiri Exsel dan Echa yang lagi mengobrol di ruang tamu, mereka begitu asyik dan menikmati obrolan mereka. Lalu Gilang membalikan badannya agar ia tidak mengganggu kebersamaan Exsel. Tapi keberadaannya sudah diketahui oleh Exsel, kemudian ia menghampiri Gilang yang berjalan menuju luar. "Luh mau kemana bro? Kok tumben bawa tas segala?" tanya Exsel "Iya gua tadi nya mau pamitan sama luh, tapi gak enak luh lagi sama pacar luh." "Biasa aja kali bro, emang luh mau kemana sih?"tanya Exsel heran. "Gua mau keluar kota, ada beberapa kerjaan di sana." "Mendadak banget sih, harusnya luh kasih tau dari kemaren jadi gua gak kaget gini." "Sorry bro , tapi gua baru di kabarin hari ini, makanya gua cepet-cepet ke bandara takut ketinggalan pesawat." "Ya udah deh. Good Luck ya..!! Jangan lupa luh balik kesini lagi." "Okey bro.!!" Thanks" Exsel dan Gilang pun tos dan berpelukan. **** Jgn lupa kritik dan saran guys Maaf jika banyak penulisannya yang salah
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN