XXV. Masalah Guru dan Murid

1320 Kata

Tidak lama setelah semua sihirnya dibatalkan, Vulken pun sadarkan diri. Ia mengatur napasnya lebih dulu sebelum melakukan hal lainnya. Bagaimana napas Vulken tidak terengah-engah setelah Beatrice menggunakan sihir listriknya langsung kepada Vulken. Kebetulan di sana ada seorang warga desa yang datang menghampiri dan memberikan Vulken sebotol air minum. “Terima kasih telah menghentikan kebakaran di ladang. Jika bukan karena kau, mungkin ladang yang hangus terbakar akan jauh lebih luas ketimbang yang saat ini.” Warga desa itu berkata seraya memberikan air minumnya pada Vulken. Senyuman diberikan Vulken melalui wajahnya. “Terima kasih banyak, ya. Aku sangat membutuhkan air ini karena kelelahan setelah menggunakan sihir tadi,” ucap terima kasih Vulken kepada warga desa tersebut lalu mengambi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN