Sabtu pagi Casya bahkan baru bangun pukul 10.00. Di mana semua orang sudah beraktifitas. "Ampun, kamu tidur di rumah nenek cuma biar bisa bangun lama aja sih!" omel nenek. "Nek, ih pagi-pagi udah ribut aja sih," bantah Casya. "Kamu tu ya!!" Nenek menjewer telinganya. "Dibilangin kok malah bantah sih?" omelnya lagi. "Aduh, ampun, Nek, ampun," ujarnya memohon. "Makanya kalau dibilangin, jangan ngeyel dong kamu!" "Isss, Nenek. Kaya apaan aja coba," rajuknya. “Emang Casya anak kecil apa?" protesnya. "Anak perempuan bangunnya kok lama sih?" "Ya maaf, Nek," mohon Casya. "Ya sudah kamu makan sana. Nenek mau melanjutkan siram tanaman. Belum siap karena keasikan merajut tadi," jelasnya. "Merajut kasih, Nek?" goda Casya. "Kamu!!! Anak ini ya!" Belum sempat nenek menangkapnya, dia berlalu

