Parte Twenty- One

1513 Kata

Sampai kantor, Rayhan mengikuti dan menyapa ramah para karyawan Casya sampai Amel yang beda kantor saja terpesona dan membisikkan sebuah kalimat saat berpapasan dengannya. "Keren. Ganteng, Sya. Sama gue aja kalau lu enggak mau," ucapnya usil yang membuat Casya mendengus. "Ambil sono! Dia itu sepupu gue," kekehnya. Seketika angin segar menyapa Amel. "Entar gue tikung. Bagi nomornya, ya," katanya mengedipkan matanya padaku. Hampir saja Casya mengumpat jika tidak ingat ini adalah kantor. "Lu mau ikut ke dalam? Atau di luar aja?" tanya Casya. "Di sini aja juga boleh. Entar kalau mau, kan gue masuk ke ruangan lu," ujarnya. "Jangan godain karyawan gue lo! Termasuk yang cewek. Awas lu!" ancamnya. "Tunggu sini, ya!" pintanya, "gue cuma sebentar kok." Casya bekerja sedangkan Rayhan melihat-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN