Di salah satu cafe tak jauh dari rumah sakit tempat Abdullah dirawat, Zhia dan Ega akhirnya bertemu. Romansa keduanya boleh saja berakhir di pengadilan agama, tapi urusan keduanya tidak benar-benar selesai. "Sorry kalau ganggu waktu Mas Ega, tapi kita harus bicara," ucap Zhia memulai pembicaraan. "Ada apa? Sepertinya serius," jawab Ega santai. Is terlihat menikmati kopi latte dinginnya. "Mas bisa jelaskan ke saya, Gravity sedang tidak baik-baik saja. Saya tau itu, seharusnya tidak ada yang ditutupi dariku." Ucapan Zhia membuat Ega terkejut, dari mana Zhia tahu. "Gak usah kayak gitu juga mukanya, Mas gak perlu tanya dari mana saya tahu. Yang penting sekarang, atasi kekacauan di Gravity. Sepertinya itu lebih tepat kalau Mas dan Pak Danu masih menganggap ayah saya partner." "Bukan sepert

