Zhia Bertindak

1086 Kata

Zhia memberitahu Nola jika sudah berada di Juanda. Hatinya bergetar membayangkan akan menginjakkan kaki di ibukota lagi. Kota yang ia tinggalkan beberapa bulan yang lalu dengan membawa luka hati. "Zhia datang hanya sementara, bukan untuk kembali yang sesungguhnya." Wanita itu menyeret koper kabin yang ia bawa, entah sampai berapa lama ia berada di Jakarta, yang jelas ia tidak mau dianggap durhaka. Menggunakan taksi bandara, Zhia langsung menuju rumah sakit dimana Abdullah berada. Matanya kembali basah melihat keadaan lalu lintas ibukota yang padat seperti biasa. Hal yang merupakan pemandangan umum ketika ia keluar rumah. Zhia tak lupa memberi kabar kepada Nola, temannya itu masih setia menunggu kedatangan Zhia seperti permintaannya. "Makasih, La. Gue udah dekat, Putri ada, kan?" "Putri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN