Angga dan Zhia berbincang hingga menjelang pagi. Pria itu benar-benar menepati janjinya untuk tidak Mita dilayani. Timbul rasa iba Zhia kepada dokter muda itu. Hujan deras yang melanda Surabaya menjelang pagi itu membuat Zhia enggan keluar dari selimut. Terlebih, tangan Angga memeluknya dari samping. "Astaga, jam berapa ini!" Angga kelabakan mencari ponselnya. Pria itu panik karena siang ini ada jadwal praktek. "Jam delapan pagi, apa ada kerjaan?" Zhia ikut bangun karena tidak enak hati. Angga masih terdiam, berusaha mencerna keadaan di sekitarnya. Ia menatap Zhia dalam-dalam lalu menjambak rambut dengan kedua tangannya. "Astaga! Sorry, aku tidak ngapa-ngapain, kan?" Angga begitu panik melihat Zhia sudah berganti pakaian tidur. Karena seingatnya, Zhia datang ke hotel mengenakan dress b

