Zhia kembali ke kediaman keluarga terlebih dahulu. Untuk saat ini, memang ia tidak memikirkan urusan asmara. Apalagi, penolakannya terhadap Hamdani memang membuat pria itu kecewa kepada dirinya. "Ada baiknya aku tidak berharap terlalu banyak kepada yang namanya pria. Sudah cukup sakit hatiku pada Mas Ega. Sepertinya aku tidak perlu coba-coba dengan yang lain, dengan Pak Irwan, Pak Hamdani atau siapapun itu." Dalam guyuran air shower, Zhia berusaha menenangkan dirinya. Zhia sebenarnya ingin beristirahat, namun, perutnya yang keroncong membuat dirinya gelisah. "Dasar perut, gak bisa liat sikon. Orang lagi galau, dia minta isi!" Zhia urung naik ke ranjangnya. Ia keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Tujuannya adalah dapur. Wanita cantik itu, mencari makanan apapun untuk mengisi perutn

