"Sendirian saja?" sapa Aryan. Kepada Jingga, yang sedang duduk di sebuah taman. "Kak Aryan?" sahut Jingga. "Boleh aku duduk?" Aryan menunjuk tempat kosong yang ada di samping Jingga. "Tentu saja." Angguk Jingga. Seraya menggeser posisi duduknya. "Kamu sendirian saja?" Aryan mengulang pertanyaannya. Jingga menggeleng. "Aku bersama suamiku, Syakila, dan … kak Jihan," gumam Jingga. Nyaris tidak terdengar oleh Aryan. Ia juga menunjuk restoran cepat saji yang tidak jauh dari tempat mereka duduk saat ini. "Mereka ada di sana." Aryan mengikuti arah telunjuk Jingga. Dengan sedikit menyipitkan matanya, ia berusaha melihat dengan jelas ketiga orang, yang kini sedang makan, seraya bersenda gurau. Seperti keluarga kecil yang begitu sangat bahagia. "Mereka disana. Lalu kenapa kamu disini?

