"Masuk!" segah Senja. Menarik tangan Jingga dan mendorong tubuh istrinya itu ke atas ranjang. Sesudah itu, Senja mengunci pintu kamar dan kembali menyusul Jingga, yang duduk di tepi ranjang. Jingga memandangi Senja yang terlihat sangat menakutkan. Bila diizinkan, Jingga ingin menangis saat ini. Tubuhnya yang terasa sakit ulah Senja, yang menyeretnya hingga ke kamar. Dorongan Senja yang sangat kuat, juga menyebabkan pinggang Jingga terasa sakit. "Katakan kepadaku, ada hubungan apa kau dengan Aryan?" segah Senja. Dengan rahang yang terlihat mengeras. Bahkan Jingga bisa mendengar suara gemerutuk dari gigi Senja. Wajah Jingga terangkat. Ia juga menarik nafasnya dalam-dalam sebelum berkata, "Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan kak Aryan. Selain calon tunangan. Dan bahkan suamiku send

