Kenangan Manis

1117 Kata

Sepelan mungkin, Senja menutup pintu kamar yang ia tempati dengan Jingga. Agar tidak mengganggu istrinya yang sedang tertidur. Begitupun dengan pintu kamar mandi, pria itu juga membukanya dengan sangat perlahan. Sedikit membersihkan tubuhnya, kini Senja telah siap untuk beristirahat dan berbaring di samping sang istri. Namun, hampir lima belas menit berbaring dengan menatap Jingga, Senja belum bisa memejamkan matanya. Tanpa berkedip, pria itu memperhatikan bagaimana wajah manis istrinya yang sedang tertidur. Dadanya yang naik turun karena nafas yang terlihat teratur. Tidak dapat dipungkiri, Jingga memang lebih manis daripada Jihan. Kulit yang kuning langsat, rambut hitam tebal seperti mayang yang terurai. Bulu mata yang lentik, bibir yang tipis merah muda, dan hidung yang mancung. Tanp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN