Dua Puluh Lima: Say Goodbye

1144 Kata

“Thanks udah mau nganterin.” Fiona mulai menyandangkan tasnya kembali, sementara tanpa sadar jemarinya mencengkram gelas kertas Thai Tea nya. Aksa hanya mengangguk, tapi tak kunjung membuka kunci pintu mobil membuat Fiona mengira ada yang ingin Aksa bicarakan. Tapi pemuda itu menatap jalan perumahannya yang entah kenapa terasa lengang saat ini, padahal hingga tengah malampun jalan depan rumahnya akan ramai oleh hilik mudik kendaraan. 5 menit terasa cukup lama, suara lantunan musik terdengar sayup-sayup dari radio yang mereka putar. “Besok gue berangkat.” Ucap Fiona, sukses membuat punggung Aksa yang bersandar malas di sandaran kursi menegang sempurna. Pemuda itu cepat-cepat menolehkan wajahnya, begitu cepat hingga Fiona merasa leher Aksa akan keseleo. “Kali ini gue bener-bener ngucapin g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN